WIT: Yohana Briliant — System Developer Programmer

Interviewed by: Mita

WIT: Yohana Brilliant

Mita: Hi kak, boleh perkenalkan diri?

Jo: Hallo! Nama aku Yohana Briliant, tapi aku biasa dipanggil Jo. Aku asalnya dari Magetan, Jawa Timur.

Mita: Apa background education dan alasan memilih jurusan kuliah?

Jo: Pendidikan terakhir SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan dan sampai saat ini status aku sebagai mahasiswi di President University (major Information System Management Business). Alasan aku milih major IS karena aku punya passion di bidang teknologi dan cita-cita aku bisa jadi tech entrepreneur. Karena selain belajar soal konsep dan bahasa pemrograman, aku juga belajar soal management. Jadi ilmu yang aku dapet gak hanya soal coding tapi juga cara berpikir sebagai entrepreneur dan dituntut berinovasi dan menciptakan ide baru.

Mita: Pengalaman kerja kak Jo di mana dan role sebelumnya sebagai apa? Kemudian sekarang di mana dan sebagai apa?

Jo: Lulus SMK aku pernah jadi customer service di salah satu toko service laptop. Kemudian aku merantau di Bekasi bekerja sebagai admin produksi salah satu perusahaan asing. Saat ini aku kerja sebagai Staff IT System Development Software sebagai programmer setelah sebelumnya aku bekerja sebagai Marketing Customer Relation Support di perusahaan yang sama.

Mita: Description singkat current company?

Jo: Manufactur Otomotif bertempat di Cikarang & Cirebon. Vendor supply part untuk ATPM company Ex: Daihatsu, Yamaha, Honda, Hyundai & Suzuki.

Mita: Kak, boleh ceritain perjalanan dalam mendapatkan pekerjaan sebagai system dev programmer?

Jo: Awal aku berkarir di perusahaan ini 2 tahun belakangan sebagai marketing, seiring berjalannya waktu, tuntutan Industri 4.0 dari pemerintah membuat banyak manufaktur harus upgrade dan berinovasi untuk memperbaiki system perusahaan dalam dunia digital. Mulai dari sini tenaga kerja lulusan IT / IS diperlukan, lucky me walaupun aku belum lulus kuliah tapi perusahaan kasih kesempatan aku untuk belajar dan menerapkan ilmu aku dan berkontribusi untuk perusahaan. Konsep Industri 4.0 ini melingkupi pengolahan data administrasi Head office, akurasi data hasil produksi, efisiensi waktu pengiriman, minimalisir part NG, root cause problem sampai countermeasure issue problem bisa dilakukan perbaikan dan inovasi lebih cepat, tepat dan akurat.

Mita: Secara general system dev programmer itu perannya seperti apa bagi perusahaan?

Jo: Membuat sistem ERP perusahaan, mengacu pada company goal dan merubah segala hal yang manual menjadi sistematis melalui aplikasi atau program yang kita buat. Selalu mencari masalah dan jalan keluar dari problem yang terjadi di perusahaan, kita convert ke mindset kita dalam konsep pemrograman “kira-kira bisa dibikin sistem kaya gimana ya ? flow nya seperti apa ? aplikasi apa yang harus kita buat untuk mempermudah pekerjaan user tanpa mengurangi company goal pastinya.”

Mita: Sejauh ini suka dan duka sebagai system dev programmer bagaimana?

Whoa lumayan banyak yaa, apalagi aku perempuan. Sering disalah artikan perempuan tuh ngapain di dept IT ?? Mau jadi admin atau gimana ?? Perempuang ngoding itu bisa dibilang aneh.

Duka — Diremehkan… Asliiikk, yang meremehkan dari dept lain pastinya. Sering banget ditanya “Yakin Jo, emang lu bisa ?? Lu ngerti jo ??” atau “Ngapain lu di IT ?? Eh benerin komputer gue dong.. printer rusak nih atau laptop gue ga bisa nyambung ke printer.” Oooh guys.. Masih banyak yang ga paham jobdesk System Dev Program itu apa… Mindset orang kebanyakan kalau masuk dept IT itu benerin PC / laptop rusak dan gulungin kabel LAN.. sedihlah… menguji iman banget buat ga marah-marah.

Suka — Brainstorm session. Ada kalanya aku dan teman-teman team diskusi tentang masalah apa yang ada di perusahaan, teknik apa yang akan kita pakai untuk menyelesaikan masalah itu tapi dengan cara berpikir ala ala program yang sedang berjalan. Bebas menentukan kapan harus speedup kapan harus slow down, karna kami mengerjakan project jadi kami harus mengatur time management integritas kami sewaktu mengerjakan project dan project bisa selesai sesuai deadline yang sudah ditentukan.

Mita: Presentase perempuan yang berkarir di ranah IT menurut data relatif lebih rendah daripada pria. Menurut kak Jo mengapa begitu? Dan pendapat kakak mengenai fenomena tersebut?

Jo: Stigma masyarakat yang menyatakan seakan akan perempuan gak bisa bekerja di bidang STEM dimana dominan dengan laki-laki dan itu bergulir turun-temurun dan ada juga anggapan bahwa sifat alamiah kapasitas perempuan yang beda dengan laki-laki. Pendapat aku pribadi, kenyataannya gak begitu kok . Menurut aku yang penting harus punya mindset yang percaya dengan kemampuan diri sendiri. Semisal ada 9 perempuan yang tidak tertarik dalam ranah IT, jadilah 1 perempuan yang tertarik dalam bidang IT. Berani beda walaupun masih sedikit, tapi peluang nya besar untuk berkompetisi dalam

Mita: Apakah menurut kak Yohana lingkungan kerja perusahaan IT di Indonesia sudah friendly terhadap perempuan?

Jo: Yup, sudah.. Gak ada diskriminasi gender [dari pihak perusahaan]. Yang penting kita percaya diri dan berani membuktikan skill kita.

Mita: Skills yang harus dimiliki seorang System dev programmer? Break down jika boleh.

Jo: Skill basic nya dulu ya, mengerti HTML, PHP, JavaScript, Database Management seperti SQL. Akan lebih baik lagi jika sudah pernah menggunakan Framework. Kalau basic dan konsep programmingnya sudah paham, selanjutnya kita bisa upgrade diri kita sendiri dengan cara menantang diri sendiri untuk membuat project. Jadi learning by doing, trial error itu sudah biasa.

Skill programming kita dan analisa solve problem dalam bug error akan terlatih kalau kita sering mencoba / praktek. Pemrograman itu gak bisa cuma dimengerti tanpa praktek terus menerus. Jangan mudah menyerah!!

Mita: Berdasarkan pengalaman kakak, bagaimana perempuan dapat dan telah membawa dampak terhadap IT?

Jo: Jadi perempuan satu-satunya di dept IT itu tidak mudah, sering dibecandain “cewek mah pake perasaan mulu sih, jadi logika algoritma lu ga dapet kan makanya error”. Baper? Pernah awalnya. Tapi temen-temenku di dept gak pernah mencela tanpa kasih solusi. Cara mereka motivasi aku ya seperti gitu.. Tapi mereka juga ga jarang apresiasi hasil project aku, apapun yang sudah berhasil aku achieved.

Cara aku memotivasi diri adalah, sering dengerin podcast yang memberi kita insight dalam hal teknologi. Salah satu podcast favorit aku ada GoFigure dari Gojek yang dipandu oleh Nadiem Makarim langsung. Episode 3 : The Gender Gap In Tech & How’s Gojek Bridging It. Nadiem mengangkat diversity issue, gender gap & woman in tech. Dari podcast itu aku terpacu untuk semakin percaya diri dan aku juga pasti bisa seperti mereka, karena aku yakin hadirnya perempuan di bidang teknologi pasti membawa perspektif yang berbeda dalam memecahkan masalah.

Mita: Pesan tambahan kepada perempuan muda Indonesia? Harapan kakak untuk perempuan Indonesia yang hendak berkarir di IT.

Jo: Pesan aku jangan mudah putus asa, percaya diri dan jangan pernah bosan belajar untuk upgrade skill kamu. Kalau kamu tertarik untuk berkarir di IT, percayalah amat sangat menyenangkan. Technology make impossible be possible. Dan kamu akan jadi bagian dari itu menyenangkan kan ?? menjadi pioneer dan bukan follower. Menjadi berbeda emang ga gampang, tapi dari perbedaan itu tercipta peluang yang lebih besar.

Mita: Hal atau skill yang kakak harap kakak bisa pelajari lebih dalam lagi jika dapat mengulang waktu.

Jo: Hmm kalau bisa mengulang waktu ya, aku mau upgrade skill public speaking aku. Karna dalam pekerjaan aku, sebagai system development software sekarang, skill bagaimana kita melakukan pendekatan ke user untuk research dan drive mereka supaya menggunakan aplikasi yang kita buat dan meyakinkan bahwa ketika user menggunakan app kita akan memperingan pekerjaan mereka. Komunikasi adalah soft skill yang sangat penting saat kita terjun ke dunia kerja.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store